“Sekali hadir mesti berarti”. Itulah kredo yang mendasari kehadiran PIKI Bitung Channels sebagai media alternatif yang digagas untuk ambil bagian dari sekian banyak peran yang berupaya menjawab kegelisahan jagat maya yang semakin dikuasai haters dan predator. Sekali-kali bukan untuk mengklaim keperkasaan dan kedigdayaan sebuah media semata.
Sekali hadir mesti berarti merupakan permenungan (contemplation) dan kesadaran informatif untuk bisa memberi warna bagi warganet dan masyarakat umumnya, tidak terkecuali bagi kekuasaan.
PIKI Bitung Channels hadir sebagai sebuah kekuatan yang walaupun kecil namun berharap dapat memberikan inspirasi membangun kesadaran kolektif menghadapi terjangan berita-berita yang sarat ujaran kebencian, intoleransi, hoax serta provokatif.
Sekali hadir mesti berarti, menjadi kawan pendamping yang kritis namun solutif dan proporsional atas kekuasaan dan tatanan kehidupan bermasyarakat, beragama dan bergereja dalam semangat Ad Caritas Et Veritas – dengan kasih dan kebenaran sambil mengusung tema besar “Tegakan keadilan”.
Perkembangan kemajuan dan peningkatan martabat manusia ditentukan oleh cinta kasih dalam kebenaran. Benar berarti di dalamnya tertera kebaikan dan keindahan. Cinta kasih itu seranah dengan keindahan, karena itu kebenaran, kebaikan dan keindahan saling mengandaikan dan mensyaratkan.
Karena kasih itulah Bitung terus berjuang memerangi pandemi Covid-19. Kasih itu pula Bitung harus berani hidup dan berdamai dengan Covid-19.
Dengan kasih dan kebenaran PIKI Bitung berusaha mengatualisasikannya dalam partisipasi aktif bersama Walikota Bitung dan berbagai elemen dalam wujud ‘Rumah Diakonia’ sehingga membuat mereka tersenyum.
Dari Timur – bibir Pasific, mari kita resonansikan semangat mengatasi Covid-19 dengan merekonstruksi tatanan nilai dan kehidupan yang porak-poranda diterjang pandemi, berarti kita turut merawat keindonesiaan.*


