Seputaran pertigaan Wangurer telihat sepi, Hujan rintik rintik menemani pagi di Senin 17 Januari itu, Seorang ibu muda sedang melayani beberapa bapak yang membeli Nasi Kuning.
Awak Media ini juga berencana membeli Nasi Kuning untuk sarapan. Selain Nasi Kuning juga ada gorengan Tahu yang dijual.
Saya kemudian bertanya, tentang perihal ibu ini
Ibu ini bernama Andita, ber KTP Jember, belum lama berjualan di Bitung, dengan ramah ia bercakap dengan awak Media ini.
“Saya belum lama di Bitung, berjualan juga masih baru,” Kata Andita menjawab pertanyaan saya.
ketika ditanya mengapa memilih berjualan di Bitung
Andita mengatakan bahwa di Bitung agak lumayan penjualannya.
“Di Jawa susah pak,” Ujarnya.
Mempersiapkan jualannya, Andita harus mempersiapkan dari malam, jam Sepuluh malam dia tidur, dan jam Empat subuh dia bangun.
Menurut Andita dia berjualan dari jam Tujuh sampai dengan jam Sepuluh pagi
“Untung bersihnya rata rata 300 ribu Pak,” Kata Andita sambil tersenyum dengan logat Jawanya
Keuletan dan tidak gengsi menghindarkan kita dari kesusahan.
(Anto)


