Pesta Seni Remaja GMIM yang dilaksanakan dari Tanggal 12 – 14 September 2024 di Wilayah Langoan Dua dan Wilayah Kelelondei meninggalkan kisah sendiri bagi Remaja Genesaret Pateten
Mengikuti lomba Tarian Kreatif yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Eben Haezer Ampreng memberi catatan tersendiri bagi Komisi Remaja Genesaret Pateten, Pasalnya para Remaja yang menjadi anggota yang akan diutus untuk lomba tersebut, Silih berganti didera sakit bahkan ada yang sempat celaka hingga saat berlomba masih dengan luka, Beberapa Pembina menceritakan mereka selalu bergumul menjelang perlombaan ini, “Waktu lomba di Rayon Bitung seorang peserta yang dirawat di Rumah Sakit terpaksa harus keluar dari Rumah Sakit kendati tidak diijinkan, bahkan orang tua harus menandatangani surat pernyataan menanggung resiko sendiri,” Cerita Ipang seorang Pembina
Salah seorang peserta juga sempat celaka tetapi memaksakan “Ketika sampai di penginapan Cinta so Demam mungkin karena luka celaka,” Kata Pendeta Jovin Kila yang menemani saat para peserta berada di pemondokan
Bahkan terancam tidak lengkapnya formasi para penari ini untuk tampil begitu terasa karena salah satu penari masih lemah dan sakit bahkan terinformasi hasil pemeriksaan dari Laboratorium positif Demam Berdarah
Hari Jumat pagi suasana di pemondokan masih kurang stabil karena salah seorang peserta yang sakit belum bergabung bahkan belum memastikan untuk ikut, tapi menjelang tengah hari peserta tersebut tiba di lokasi lomba “Militia pe Trombosit bagus deng so nda rasa puyeng dia,” Ujar Pendeta Natalia Wokas menjelaskan kondisi anaknya tersebut
Ketika akan berlomba para peserta Tarian Kreatif ini terlihat agak enjoy, Justru raut ketegangan terihat dari para pembina Remaja dan suppoter dari Jemaat Genesaret, Ketua Komisi Remaja Genesaret Penatua Pnt Fransisco Pinontoan lebih memilih berdiri di belakang dengan mimik tegang dia hampir tak berkedip melihat anak bimbingnya saat menari
Tim tarian yang terdiri dari Cinta Sambu, Lovely Takalamingan, Glory Kaseti, Kerin Harikedua, Militia Lolowang begitu luwes ketika menari kendati tariannya mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi
Doa doa yang terpanjat terlihat dari para pembina Remaja dan orang tua serta jemaat yang ikut menyaksikan, kepiawaian para remaja ini dalam menari bahkan membuat salah satu team juri terlihat menikmati gerakan gerakan dari para penari.
Ketegangan dan keheningan selama Lima menit lebih langsung sekita hilang ketika applaus bergemuruh mengucapkan syukur ketika para remaja ini selesai menari
Pengumuman nilai setelah lomba adalah hal yang ditunggu tunggu, Tiga Juri yang dipercayakan oleh KPRS GMIM langsung menyampaikan nilai, Suasana tegang kembali menyeruak semua hening menantikan nilai yang akan ditampilan di LCD, Para supporter begitu tegang semua mata diarahkan di layar, Dan poin 83,75 terpampang besar di layar, Suasana riang nan bergemuruh langsung terasa, Air mata haru para pembina dan supporter terlihat membasahi pipi, Capaian yang fantastis karena disaat itu dunyatakan nilai tertinggi
Ketua jemaat GMIM Genesaret Pateten Pdt Ria Angkouw Luntungan yang mendampingi langsung di perlombaan mengatakan “Tuhan menolong anak anak ini melewati drama drama gumul,” Ujar Pendeta Ria dengan wajah penuh kegembiraan

Pendeta Ria juga mengucapkan terima kasih kepada Jemaat di Ampreng yang sudah menjadi tempat akomodasi Ibu Diaken Memah, Juga keluaraga Pesak Rantung di Tumaratas “Luar biasa telah menjadi Tuan dan Nyonya rumah yang baik, bahkan kami diberi Tomat saat pulang,” kata Pendeta Ria

Sampai berita ini diturunkan informasi dari KPRS menyatakan Remaja GMIM Genesaret Pateten memperoleh peringkat kedua dari 45 peserta
Pelatih tarian remaja kreatif yakni dua pemudi cantik Putri Manamuri dan Meisy Liunsili sangat bergembira karna anak anak didik memperoleh hasil yang maksimal


