• Tentang
    • Komposisi
    • Visi Misi
  • Redaksi
    • Struktur
    • Visi Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Kontak
No Result
View All Result
LIVE
PIKI Bitung Channels
Advertisement
  • Headline
  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Kolumnis
  • Photo News
  • Sosbud
    • Lingkungan
    • Religi
  • Headline
  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Kolumnis
  • Photo News
  • Sosbud
    • Lingkungan
    • Religi
No Result
View All Result
PIKI Bitung Channels
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Anda Bisa Jadi Pahlawan Dengan Membaca Artikel ini : Pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Masyarakat

Arianto Lolowang by Arianto Lolowang
14/06/2022
in Kesehatan
0
Pelatihan BHD HIPGABI

Pelatihan BHD HIPGABI

0
SHARES
11
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

Data WHO tahun 2015 menunjukan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular (39,5 juta). Di indonesia angka kejadian Henti Jantung Mendadak berkisar 10 dari 100.000 orang berusia dibawah 35 tahun dan 300.000-350.000 kejadian per tahunnya (PERKI, 2015). Sedangkan terdapat beberapa provinsi diantaranya provinsi Sulawesi Utara memiliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi nasional yaitu sebanyak 1,8% (Riskesdas, 2018).

Henti Jantung Mendadak dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Kelangsungan hidup korban dapat di pertahankan melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru. Tindakan Resusitasi Jantung Paru yang baik jika dilakukan dalam waktu kurang dari 5 menit saat korban ditemukan tidak sadar. Sedangkan bila Resusitasi Jantung Paru dilakukan lebih dari 5 menit sejak korban di temukan, maka korban akan mengalami kerusakan otak dan berakhir dengan kematian.

Adapun langkah-langkah pertolongan pertama Resusitasi Jantung Paru.

Pertama, penolong harus menerapkan prinsip 3A (Aman Diri, Aman Korban, dan Aman Lingkungan)

Kedua, ketika penolong menemukan korban yang tidak sadar diri harus memastikan bahwa korban  masih memberikan respon atau tidak ketika kita memberikan rangsangan dengan menepuk kedua bahu dan memanggil nama.

Ketiga, sebagai penolong yang menemukan korban tidak sadar segera minta bantuan pertolongan di area lingkungan sekitar atau menghubungi layanan kegawat daruratan setempat sambil menunggu pertolongan datang kita tetap memberikan pertolongan.

Keempat, sebagai penolong harus mengatur posisi penolong dan korban,  memposisikan korban  terlentang dan berada di tempat yang datar serta keras dan aman, penolong berada disisi kanan atau kiri korban, sambal melakukan pengecekan nadi besar yang berada pada area leher dengan cara kedua jari kita yang terdekat dengan leher korban diletakan di tengah-tengah leher kemudian ditarik 2 sampai 3 cm ke arah penolong, rasakan apakah ada denyut nadi atau tidak dengan waktu tidak kurang dari 5 detik dan tidak lebih dari 10 detik. Jika tidak ada nadi maka kita harus melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Kelima, sebagai penolong ketika tidak merasasakan adanya denyut nadi maka segera dilakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan cara menetukan titik yang akan dilakukan RJP menggunakan tangan yang paling dominan diletakkan pada sisi luar korban (ketiak korban) kemudian di tarik ke tengah dada korban, setelah itu letakan tangan penolong di atas tangan yang berada di dada korban kemudian kedua tangan saling mengunci pastikan saat dilakukan RJP posisi penolong berada tegak lurus 90 derajat dengan memandang wajah korban. Hal-hal yang perlu diketehui oleh penolong saat melakukan RJP yaitu kedalaman saat melakukan penekanan kurang lebih 5 sampai 6 cm serta kecepatan dalam melakukan penekanan yaitu 100 sampai 120 x/menit. Dalam melakukan RJP untuk tenaga medis terlatih jumlah dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak 30 kali / siklus dengan 2 kali bantuan nafas (ventilasi) dengan metode pembebasan jalan nafas heatild and chinlift dilakukan sebanyak 5 siklus serta dilakukan evaluasi. Sedangkan untuk masyarakat awam terlatih hanya di anjurkan untuk terus melakukan pemopaan atau Resusitasi Jantung sampai datangnya pertolongan bantuan medis.

Press Release

Himpunan Perawat Gawat Darurat Dan Bencana Indonesia (HIPGABI)

Oldi Rembet (Sekretaris HIPGABI Sulut)

Previous Post

Hapsa PKB GMIM di Tomohon Meriah, Maurits Mantiri : Baku Baku Sayang, Supaya Tuhan Sayang Pa Torang

Next Post

Setelah Pensiun Marthin Luther Bawataa Memilih Jadi Petani

Next Post
Marthin Bawataa Kemeja Merah Menerima Piagam Penghargaan Dari Kadis DKPP Steven Prok, didampingi oleh Jajaran Kepala Bidang

Setelah Pensiun Marthin Luther Bawataa Memilih Jadi Petani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Manembo Nembo Tengah
No Telpon 08114337848
email:channel.piki.bitung@gmail.com
Visi redaksi : Sekali Hadir Harus Berarti

Terbaru

  • Bait Suci Yang Dihibakan Oleh Ko Denny Yang Beragama Budha, Panitia Peresmiannya Di Lantik
  • Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Bitung Wujudkan Kepemimpinan Siswa Melalui 17 Program Kerja Inspiratif
  • Kegiatan Hari Raya Gerejawi GMIM Genesaret Pateten Tahun 2026 : RESMI DIBUKA!

Kategori

  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi Pembangunan
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar Nasional
  • Kesehatan
  • Kolumnis
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Photo News
  • Religi
  • Sosbud
  • Wisata
  • Tentang
  • Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Kontak

© 2021 Piki Bitung Channels

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Headline
    • Editorial
    • Bitung Daily Week
    • Budaya
    • Covid Update
    • Editorial
    • Ekonomi Pembangunan
    • Inspirasi
    • Kabar Nasional
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Kolumnis
    • Lingkungan
    • Olahraga
    • Opini
    • Photo News
    • Religi
    • Sosbud
    • Wisata
  • Tentang
    • Komposisi
    • Visi Misi
  • Redaksi
    • Struktur
    • Visi Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Live
  • Kontak

© 2021 Piki Bitung Channels