• Tentang
    • Komposisi
    • Visi Misi
  • Redaksi
    • Struktur
    • Visi Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Kontak
No Result
View All Result
LIVE
PIKI Bitung Channels
Advertisement
  • Headline
  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Kolumnis
  • Photo News
  • Sosbud
    • Lingkungan
    • Religi
  • Headline
  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Kolumnis
  • Photo News
  • Sosbud
    • Lingkungan
    • Religi
No Result
View All Result
PIKI Bitung Channels
No Result
View All Result
Home Kolumnis

Embargo Vaksin Impor dan Upaya Berdikari dengan Vaksin Dalam Negeri

Anto by Anto
26/07/2021
in Kolumnis
0
Embargo Vaksin Impor dan Upaya Berdikari dengan Vaksin Dalam Negeri
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke Whatsapp

EMBARGO 10 juta dosis vaksin AstraZeneca yang dilakukan India terhadap Indonesia baru-baru ini tidaklah mengejutkan. Sebelum itu, embargo vaksin juga telah dilakukan Uni Eropa (UE) terhadap Australia dengan alasan yang sama: untuk memenuhi kebutuhan domestik. Padahal, pengadaan 10 juta dosis vaksin tersebut merupakan bagian dari komitmen pengiriman 11,7 juta dosis vaksin Covid-19 untuk Indonesia dalam kerangka kerja sama multilateral di bawah naungan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), lembaga internasional yang mengupayakan peningkatan vaksinasi dan imunisasi di sejumlah negara.

Baca juga: India Tahan Semua Ekspor Utama Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Distribusi Covax Terancam Sikap politik negara yang mengamankan stok vaksin untuk dirinya sendiri dan kemudian tidak membagikan sebagian vaksinnya ke negara lain yang juga membutuhkan merupakan bentuk nasionalisme vaksin.

Baca juga: Jokowi Serukan Penolakan terhadap Nasionalisme Vaksin Tidak salah memprioritaskan suplai vaksin untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi sikap ini tidak bijak ketika jumlah vaksin yang disimpan melebihi batas sehingga negara lain. Terutama negara miskin dan negara berkembang, tidak mendapatkan bagian.

Larangan ekspor vaksin yang dilakukan India terhadap Indonesia mencerminkan realisme politik bahwa bagi sebuah negara, tidak ada hal yang lebih penting daripada memenuhi kepentingan domestik. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Embargo vaksin tersebut seharusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah Indonesia untuk segera mempercepat pengembangan vaksin dalam negeri agar bangsa ini bisa mandiri dan tidak terus menerus bergantung pada vaksin impor.

Masyarakat benar-benar mengharapkan Indonesia bisa berhasil memproduksi vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara karena keduanya bisa bermanfaat. Baca juga: Embargo Vaksin India, Ahli Ingatkan Vaksin Bukan Solusi Tunggal Kendalikan Pandemi Tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia, sehingga vaksin produksi dalam negeri ini bisa menjadi kekuatan lunak (soft power) pemerintah Indonesia dalam berdiplomasi.

Oleh karena itu, orang kembali menilik kembali penghentian sementara penelitian vaksin Nusantara. Kontroversi Vaksin Nusantara Vaksin Nusantara digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, tetapi dikembangkan bersama oleh Kementerian Kesehatan, RSUP Dr Kariadi Semarang, Universitas Diponegoro, dan AIVITA Biomedical. Menurut Terawan, vaksin Nusantara aman karena berbasis sel dendritik autolog atau komponen dari sel darah putih. Jadi, sel darah putih terlebih dahulu diambil dari sampel darah pasien, dan kemudian sel dendritiknya diambil. Baca juga: BPOM: Vaksin Nusantara Tak Sesuai Kaidah Medis Di laboratorium, sel dendritik tersebut kemudian diperkenalkan dengan rekombinan dari SARS-CoV-2, dan setelah keduanya saling mengenal, sel ini disuntikkan kembali ke tubuh pasien agar mereka kebal.

Previous Post

Waspada Perubahan Wajah Terorisme

Next Post

Desak Jokowi Setop Konsumsi dan Jual BeliSatwa Liar

Next Post
Desak Jokowi Setop Konsumsi dan Jual BeliSatwa Liar

Desak Jokowi Setop Konsumsi dan Jual BeliSatwa Liar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Manembo Nembo Tengah
No Telpon 08114337848
email:channel.piki.bitung@gmail.com
Visi redaksi : Sekali Hadir Harus Berarti

Terbaru

  • Bait Suci Yang Dihibakan Oleh Ko Denny Yang Beragama Budha, Panitia Peresmiannya Di Lantik
  • Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Bitung Wujudkan Kepemimpinan Siswa Melalui 17 Program Kerja Inspiratif
  • Kegiatan Hari Raya Gerejawi GMIM Genesaret Pateten Tahun 2026 : RESMI DIBUKA!

Kategori

  • Bitung Daily Week
  • Covid Update
  • Editorial
  • Ekonomi Pembangunan
  • Headline
  • Inspirasi
  • Kabar Nasional
  • Kesehatan
  • Kolumnis
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Photo News
  • Religi
  • Sosbud
  • Wisata
  • Tentang
  • Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Kontak

© 2021 Piki Bitung Channels

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Headline
    • Editorial
    • Bitung Daily Week
    • Budaya
    • Covid Update
    • Editorial
    • Ekonomi Pembangunan
    • Inspirasi
    • Kabar Nasional
    • Kesehatan
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Kolumnis
    • Lingkungan
    • Olahraga
    • Opini
    • Photo News
    • Religi
    • Sosbud
    • Wisata
  • Tentang
    • Komposisi
    • Visi Misi
  • Redaksi
    • Struktur
    • Visi Redaksi
  • Diskusi Publik
  • Live
  • Kontak

© 2021 Piki Bitung Channels