Rumah Diakonia yang digagas oleh para Hamba Tuhan dalam hal ini para Pendeta dan Pelayan khusus Gereja Masehi Injili di Minahasa, kembali melaksanakan aksi diakonia, yang kali ini, Jumat 17 Desember 2021, menyasar jemaat GMIM Eden Danowudu.
Walikota Bitung yang merupakan penasehat Rumah Diakonia ini mengatakan bahwa ini adalah wujud dari keadilan, dimana yang berkelebihan membantu yang berkekurangan. “Para Pendeta, Penatua, Syamas yang menggagas ini telah mengaktualisasikan harapan dari Ketua Sinode, yakni Khotbah yang efektif adalah di aksi nyata” Kata Mantiri yang juga adalah seorang Penatua ini.
Pendeta Maxi Mantow, MTh kepada redaksi menjelaskan bahwa Rumah Diakonia adalah inisiatif dari Pena Maurits sapaan akrab Walikota Bitung “Pendeta beking nee tu Rumah Diakonia,” Kata Maxi mengenang arahan dari Walikota.
Pendeta Maxi menjelaskan bahwa pelayanan Rumah Diakonia Kota Bitung adalah manifestasi kasih Kristus yang diwartakan di mimbar mimbar Gereja yang diaktualisasikan di setiap jalan dan Lorong Lorong Kota Bitung meskipun masih terbatas bagi warga GMIM.
“Tapi ini bukan sebuah Eksklusivisme GMIM melainkan suatu bentuk keteladanan, kami berharap ini akan menular bagi semua denominasi Gereja bahkan semua golongan agama,” Jelas Ketua Wilayah Bitung 13 ini.
Sementara itu salah satu pengurus Rumah Diakonia Pendeta Nochritha Umboh, STh, mengatakan bahwa Diakonia ini adalah kumpulan sumbangan dari Pendeta, Pelayan Khusus ataupun Donatur lain yang berjemaat di GMIM, “Rumah Diakonia tidak menggunakan dana APBD, ataupun bantuan Pemerintah” tegas Pendeta yang energik ini.
Pendeta yang biasa dipanggil Itha ini menceritakan bagaimana Rumah Diakonia berlangsung, semua tim harus tepat waktu, gerak cepat, inisiatif, pernah ketika akan memulai kegiatan biasanya dibuka dengan doa, karena kami para Pendeta lama untuk berdoa maka Bapak Walikota yang langsung memimpin doa. “Pokoknya torang tiga orang Pendeta dibuat kaget,” kata Ketua Jemaat Eklesia Wangurer ini sambil tersenyum.
Sementara itu keluarga Watulingas Pangau yang dikunjungi langsung oleh Tim Rumah Diakonia, terlihat sangat terharu, Semuel Watulingas dengan mata berkaca kaca mengatakan “Syukur pada Tuhan Yesus boleh mendapatkan bantuan, di masa tua seperti ini dikunjungi oleh pemimpin kota merupakan suatu kehormatan” ujar Opa Sem
Bantuan serupa juga diberikan kepada beberapa kepala keluarga yang layak dibantu, beserta Kostor dan Pegawai Gereja.
Rumah Diakonia ini selalu dilaksanakan di setiap hari Jumat atau Sabtu di Minggu berjalan. (anto)


