Menkopolhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Laut Natuna Utara di atas KRI Semarang-594 pada 23 November 2021. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan kewajiban otoritas publik untuk memperkuat pulau-pulau pinggiran Indonesia dan wilayah garis.
Di tengah meningkatnya ketegasan China di Laut Natuna, yang diklaim sebagai miliknya, dan sikap keras Beijing di Laut China Selatan, beberapa pengamat bertanya-tanya apakah Indonesia harus menyesuaikan kembali kebijakan luar negeri “bebas dan aktif” yang diamanatkan secara konstitusional.
Sejak jatuhnya presiden pertama, Sukarno, pada tahun 1966, Indonesia cenderung untuk tinggal lebih dekat dengan Amerika Serikat karena berbagai alasan, termasuk keamanan.
Dengan kebangkitan China yang stabil, kedekatan de facto ini akan menjadi lebih nyata, meskipun Indonesia terus bersikeras tidak akan bersekutu dengan kekuatan asing mana pun.
Selama masa kepresidenan Donald Trump, negara-negara di kawasan itu dipaksa untuk memposisikan diri mereka sendiri, karena Trump tidak hanya tidak terlalu peduli dengan negara-negara di luar AS, ia juga menuntut agar mereka mendukung agenda “America First”-nya.



